Televisi Berwarna Lahir Dari `Kelamnya` Perang Dunia II

Senin, Maret 21st 2016. | Tentang TV

1black-and-white-advertising-97819305-compressor

Setelah televisi elektronik pelan-pelan mulai digemari publik, dua ilmuwan yaitu Vladamir Kosmich Zworykin dan Philo T. Farnsworth bekerja secara terpisah untuk membuat kemajuan televisi secara komersial dengan biaya yang terjangkau.

Di tahun 1935, akhirnya mereka berhasil memancarkan siaran televisi dengan menggunakan sistem yang sepenuhnya elektronik. Pesaing utama mereka saat itu adalah Baird Television, yang selangkah lebih dulu melakukan siaran televisi pada tahun 1928.

Namun televisi yang dibuat Baird, sepenuhnya masih menggunakan sistem mekanik. Pada saat itu hanya segelintir orang yang mempunyai televisi dan ukuran televisi di masa itu hanya sekitar 3 sampai 12 inci.

Di Amerika Serikat (AS), pada tahun 1938, televisi berukuran 3 inci dijual seharga US$ 125 atau sekitar Rp 1,5 juta. Sementara model termurah televisi berukuran 12 inci dibanderol U$ 445 atau Rp 5,4 jutaan (US$ 1 = Rp 12.243).

Konversi ke Standar Elektronik Baru
Kemudian Zworykin bersama RCA melalui televisi besutannya yaitu seri TT5 1939 didemonstrasikan secara besar-besaran di depan publik pada pameran World Fair di New York pada tahun 1939. Animo masyarakat yang begitu besar membuat National Television Standards Committee (NTSC]) tergerak untuk memutuskan standarisasi sistem transmisi siaran televisi di AS pada tahun 1941.

Lima bulan kemudian, seluruh stasiun televisi AS yang kala itu masih berjumlah 22 unit sudah mengkonversi sistemnya ke dalam standar elektronik baru. Meskipun masih menampilkan format gambar hitam putih, televisi ini cukup diterima dengan baik oleh pasar.

Kira-kira sebanyak 19.000 unit televisi elektronik telah diproduksi di Britania, 1.600 unit di Jerman, dan 8.000 unit di Amerika. Namun produksi televisi pada April 1942 dihentikan karena pecahnya Perang Dunia II. Penggunaan televisi kembali meningkat pasca Perang Dunia II, setelah produksi televisi diizinkan kembali pada Agustus 1945.

Hadirnya Televisi Berwarna
Kemudian televisi dengan format gambar berwarna hadir di tengah masyarakat. Mengutip laman The History of Television, Kamis (9/1/2014), kekalahan Amerika Serikat pada periode awal Perang Dunia II menjadi faktor penting penemuan televisi ini. Kekalahan itu disebut menjadikan warga AS tidak mau lagi melihat masa lalu.

Tayangan gambar hitam putih di layar televisi dianggap membangkitkan kembali memori kelam di masa lalu. Dari situlah kemudian para ahli memutar otak untuk menemukan teknologi yang bisa menghadirkan gambar berwarna di layar televisi.

Sebenarnya jauh sebelum itu konsep gambar berwarna sempat dikembangkan oleh para ahli di Jerman pada tahun 1904, namun konsep tersebut hanya dipatenkan dan disimpan begitu saja. Lalu di tahun 1925 ahli elektronika Uni Soviet, Vladimir Kosma Zworykin, menemukan tabung katoda yang bisa menampilkan gambar berwarna di layar televisi. Tapi lagi-lagi itu hanya sekadar konsep.

RCA dan CBS Rancang Televisi Berwarna
Barulah, pada tahun 1946, dua raksasa industri televisi yaitu RCA dan CBS berniat untuk merancang televisi berwarna. Tujuannya tidak lain untuk menghibur warga AS yang dirundung kesedihan akibat kekalahan dalam Perang Dunia II.

Niatan itu akhirnya terwujud pada tahun 1953 dengan dibuatkan sebuah prototipe televisi berwarna. Setahun kemudian, televisi berwarna mulai dijual ke pasaran. Namun teknologi anyar itu tidak langsung merebut hati pasar karena harganya cukup mahal dan siaran-siaran televisinya pun belum banyak.

Barulah pada sekitar tahun 1966, televisi berwarna diterima dengan baik oleh pasar setelah banyak program televisi yang menarik perhatian publik.

tags:

Artikel lain Televisi Berwarna Lahir Dari `Kelamnya` Perang Dunia II